Thursday, July 14, 2005

Bandung, 1985


Kadang, kalau ada yang lewat di tivi, gue selalu suka nonton film-film jaman dulu. Mau yang judulnya Darna Ajaib, atau Gundala Putra Petir, atau film-filmnya Benyamin S, Ateng-Iskak, Bagio cs, Warkop DKI, dlsb. Gimanapun anehnya setting atau jalan ceritanya, masih bisa dinikmati. Alasannya (1) karena ringan, ridiculously nganeh gitu filmnya, dan juga (2) karena terutama bagiku, akhirnya film-film itu jadi dokumentasi publik tentang kehidupan masa lalu. Di situ kita bisa liat antara lain kondisi lanskap kota, mode baju, potongan rambut, kendaraan yang dibilang ngetop jaman dulu. Pokoknya segala macem yang sekarang sudah nggak jamannya lagi, atau mungkin juga sudah sempat kembali jadi jamannya. Semuanya bisa dinikmati dengan memperhatikan hal-hal di luar jalan ceritanya.

Seperti foto di atas, dipinjam dari salah satu meja kerja seorang rekan (meja kerja di sini turun temurun, dan banyak hal-hal historis yang tertinggal). Acaranya peringatan KAA ke-30, April 1985. Ini 'cuma' 20 tahun yang lalu, tapi beberapa yang menarik perhatian: (1) di latar belakang (nggak terlalu keliatan): maskapai Garuda masih pakai logo lama dengan corporate color nya yang jingga panas, (2) sejak jaman dulu polisi Bandung sudah suka blokir jalan seenaknya, (3) seragam polisi jaman dulu masih coklat-coklat (yang warnanya mengingatkan pada seragam seseorang sekarang), (4) nggak dulu-nggak sekarang, barang bawaan fotografer professional memang ribet amat, (5) yang pakai baju safari klimisnya mengingatkan pada Harmoko (kebetulan memang orang Deppen katanya), (6) celana cutbray masih bisa ditolerir walau sudah mulai keliatan ketinggalan jaman, (7) itu ibu-ibu di ujung kanan kira-kira ngapain ya manjat-manjat pagar Hotel Savoy Homan .

0 Comments:

Post a Comment

<< Home